Nike Ringgawany

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

Jangan Takut Jadi Jomblo

Hari ini sedikit melelahkan bagi saya daripada hari-hari lainnya. Sebab hari ini saya mengajar hingga sore. Pagi hari mengajar tingkat SD, sedangkan siang hari saya mengajar tingkat SMP. Berbicara tentang remaja, tentu itu suatu masa yang amat menyenangkan, saya jadi ingat masa-masa remaja saya dulu. Masa-masa yang penuh rasa hormat dan malu-malu. Ketika masa SMP ialah kali pertama saya mengenal lawan jenis. Kebetulan waktu itu saya tidak mengerti apa artinya pacaran. Hingga suatu ketika ada seorang abang kelas yang menyatakan rasa sukanya pada saya lewat secarik kertas. Hahaha.. zaman dulu remaja nggak seberani sekarang. Yang dengan tenangnya menyatakan cinta dengan embel-embel bunga dan cokelatnya. Singkat cerita, setiap saya bertemu atau berpas-pasan dengan dirinya saya malah lari ketakutan. Entah karena apa, saya juga tidak mengerti. Jika salah seorang teman sudah menyukai atau disukai orang yang saya sukai, saya mundur secara perlahan. 😊

Berbeda dengan zaman sekarang, para remaja dengan terang-terangan menyatakan rasa suka yang menurut mereka katanya itu "cinta" . Bahkan, bila perlu momen tersebut divideokan dan diupload ke media sosial. Seolah-olah itu hari yang paling sakral dalam hidupnya. 😧😧

Saya kasihan sebenarnya, tingkah anak-anak remaja ini sekarang sudah kelewat batas. Bahkan sudah mulai merambah ke tingkat anak Sekolah Dasar.

Miris rasanya melihat tingkah anak zaman sekarang yang kata kerennya "kids zaman now" ini. Hanya karena memperebutkan seseorang yang disukainya atau merasa pacarnya direbut temannya, kidz zaman now ini bertingkah seolah-olah paling hebat dan merasa dirinya paling benar. Mereka tega menganiaya teman yang sebutan kerennya Perusak Hubungan Orang (PHO) itu. Temannya dipukul, ditendang, ditampar, ditinju, belum lagi serangan peluru kata-kata yang kasar dari bibirnya. Seolah-olah laki-laki atau perempuan yang jadi pacarnya itu sudah sah dimilikinya secara agama. Padahal kenyataannya tidak kan? Dia kan masih milik orang tuanya, ya nggak?

Buat kalian para remaja, saya nggak maksud menggurui. Justru peduli.

Nih, dengerin ya sayang, remaja itu penerus bangsa, kalian itu tugasnya BELAJAR, IBADAH, dan berbuat hal yang POSITIF. Kasihan melihat orang tua kalian, mereka sudah lelah mencari nafkah buat sekolah, eh.. kalian bersikap yang tidak-tidak, mencibir, membully, bahkan menganiaya teman kalian. Apa kalian tidak berpikir apa akibat dari perbuatan kalian? Bagaimana kalau kalian menjadi korbannya?

Maka dari itu, rajin-rajinlah Sholat, mengaji, rajin ibadah, sehingga emosi kalian bisa terkontrol, lalu carilah teman dan lingkungan yang baik sehingga kamu pun akan tertular menjadi anak yang baik pula, yang sholeh dan sholeha dan dapat membanggakan orang tua.

Tidak usah sibuk-sibuk cari pasangan sekarang, semua itu ada masanya, kalian nggak perlu malu diejek jomblo atau jones. Justru sekarang masanya kalian berkarya dan menjadi anak yang berprestasi. Kalau kamu bersusah payah sekarang, Insha Allah jadi orang sukses. Kalau sudah sukses, pasangan itu nanti datang sendiri. Bukan kalian yang mengejar-ngejarnya. Gimana, setuju? 😘😘😘

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

nasehat yang hebring. Saya sangat setuju Andai ortu juga ikut mengawal perkembangan anaknya pasti lah mereka akan sukses tidak terganggu dengan pacaran

13 Mar
Balas

Hm.. saya jg setuju bu, malah zaman sekarang saya lebih miris juga dengan orang tua karena dia juga turut mengesahkan hubungan anaknya dengan embel-embel supaya semangat belajar. Duh... anak jadi semakin tersesat.

19 Mar

Setuju banget bu, dampak medsos sepertinya yang membuat kid zaman now berprilaku demikian. Tambah berat saja tugas guru dan para orangtua untuk membimbing putra/i supaya menjadi anak Soleh dan Solehah

13 Mar
Balas

Iya pak.. benar sekali. Kita dituntut untuk lebih dan lebih membimbing mereka. Maka dari itu bekalilah anak-anak kiya dengan bekal agama. Jika dari dasar sudah mengenal agama, insha allah kita tidak terlalu berat mendidik dan membimbing mereka.

13 Mar

Sangat setuju bu, belar dulu masadepan tergantung di pundakmu itu setiap kita melaksanakan pembeljaram

13 Mar
Balas

Alhamdulilaah.. setiap guru fan orang tua punya harapan yang demikian besarnya pada anak -anak generasi penerus bangsa. Untuk itu, jangan bosan untuk selalu memotivasi mereka agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

13 Mar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali